S E L A M A T D A T A N G

Selasa, 30 November 2010

KECERDASAN INTELEKTUAL, KECERDASAN EMOSIONAL, KECERDASAN SPIRITUAL, KREATIVITAS SEBAGIAN MATERI DARI PSIKOLOGI PENDIDIKAN


KECERDASAN INTELEKTUAL, KECERDASAN EMOSIONAL, KECERDASAN SPIRITUAL, KREATIVITAS SEBAGIAN MATERI DARI PSIKOLOGI PENDIDIKAN

DAPAT DIKEMBANGKAN DENGAN MENJAWAB PERTANYAAN SEBAGAI BERIKUT  :
1.      Apakah kecerdasan intelektual itu ?
2.      Apakah kecerdasan emosional itu ?
3.      Apakah kecerdasan spiritual itu ?
4.      Apakah kreativitas itu ?
5.      Bagaimana implikasinya kecerdasan bagi proses pendidikan ?
6.      Bagaimana implikasinya kreativitas bagi proses pendidikan ?

PEMBAHASAN
1.      Kecerdasan intelektual (intelektual   Quotient)    Kecerdasan intelektual merupakan     suatu kecerdasan yang mencermin    kan kemampuan berfikir,dapat     terukur, dan konkrit.    ( Hery dkk, 2009 : 12 ).      Menurut Dalyono ( 2009 : 38-39 ) :
Kecerdasan intelektual sama dengan kecerdasan intelegensi. Dan menyata kan bahwa intelegensi atau kecerdasan intelektual terdiri dari tiga aspek :
1)      Struktur,prilaku yang dapat diulang    berhubungan dengan reflek pemba    waan.
2)      Isi( content ) yaitu prilaku spesifik     tatkala individu menghadapi sesuatu    masalah.
3)      Fungsi, yang berhubungan dengan    cara seseorang mencapai kemajuan    intelektual.
Fungsi terdiri dari dua macam yaitu :
Organisasi dan Adaptasi.
 Organisasi berupa kecakapan  seseorang/organisme dalam menyu sun proses proses fisik dan psikis  dalam bentuk sitem sistem yang   bertautan dan seimbang.  Adaptasi : penyesuaian individu terhadap lingkungan.

       Menurut Wasty ( 2006:143)
 Kecerdasan intelektual atau intelegen si  merupakan kemampuan memecah kan masalah dalam segala situasi ,ter masuk dalam situasi baru dan mencakup permasalahan permasalahan : pribadi,permasalahan sosial,perma salahan akademik cultural, serta permasalahan ekonomi keluarga, maupun penyesuaian diri terhadap ling kungannya. Dengan demikian kecerdasan intelek tual adalah merupakan kemampuan seseorang individu dalam memecah kan permasalahan permasalahan dan kemampuan seseorang individu  di dalam mengadakan penyesuaian dirinya dengan lingkungannya. Dapat pula dinyatakan bahwa kecer dasan intelektual adalah merupakan  kecerdasan seseorang individu yang ditunjukkan pada semua prilaku atau semua tindakannya yang cerdas.

2.      Kecerdasan emosional (emotional     Quotient).
Kecerdasan emosional sering disebut sebagai EQ adalah kemampuan untuk memotivasi diri sendiri dan bertahan menghadapi frustasi,    mengendalikan dorongan hati,dan    tidak melebih lebihkan kesenangan, mengatur suasana hati dan menjaga agar tidak stres,tidak melumpuhkan  kemampuan berfikir,berempati dan berdoa.( Hery dkk 2009 : 5 ). EQ merupakan serangkaian kecakapan yang memungkinkan manusia melapangkan jalan di dunia yang rumit aspek pribadi,sosial dan pertahanan dari seluruh kecerdasan ,akal sehat dan kepekaan yang penting, EQ biasa dinyatakan sebagai pintar atau cerdas dalam kemampuan memiliki akal sehat.  Kecerdasan emosi juga dapat dipandang sebagai kemampuan untuk memahami suatu kondisi perasa an seseorang,bisa terhadap diri sendiri atau orang lain. Dan dapat dinyatakan pula bahwa ke cerdasan emosional ( EQ ) merupakan kemampuan untuk mengendalikan emosi,kemampuan untuk menguasai diri agar tetap bisa mengambil keputusan dengan tenang.

3.      Kecerdasan spiritual ( Spiritual    Quotient ). Kecerdasan spiritual sering disebut    SQ  cenderung diperlukan bagi     setiap hamba Tuhan untuk dapat     berhubungan dengan Tuhannya.    ( Hery dkk , 2009 : 7 ). SQ membimbing manusia didalam merencanakan masa depan dalam  menjalani kehidupannya meraih keda maian hidup secara spiritual.Sehingga kecerdasan spiritual adalah kecerdasan manusia untuk berhubungan dengan tuhannya dan berhubungandengan sesama manusia yang dalam bentuk ibadah dengan memperhatikan  kaidah kaidah spiritual atau agama. Kecerdasan spiritual merupakan kecer dasan dalam menghadapi persoalan  persoalan hidup atau permasalahan hidup dengan menempatkan perilaku yg sesuai dg kaidah kaidah nilai spitual atau agama.
4.      Kreativitas. Kreativitas adalah merupakan kemampuan untuk menciptakan     produk baru atau gabungan unsur    yang sudah ada untuk mengungkapkan (ekspresi) demi keunikan individu dalam interaksinya dengan lingkungannya. Biasanya orang yang kreatif memiliki sifat selalu ingin tahu,memiliki minat yang luas,selalu antusias,dan memiliki kegembiraan serta menyukai aktivitas yang membutuhkan kreativitas. Sedangkan ciri ciri pribadi yang kreatif seperti yang dikemukakan oleh Utami Munandar dan Sri Istanti ( 2005:60 ) sebagai berikut :
1)Imaginatif, 2)Mempunyai prakarsa (inisiatif),3)Mempunyai minat luas,   4)Mandiri dalam berfikir,5)Senang berpetualang,6)Penuh energi,7)Perca ya diri 8)Bersedia mengambil resiko.
5.      Implikasi kecerdasan bagi proses pendidikan . Kecerdasan intelektual merupakan suatu kecerdasan yg mencerminkan kemampuan berfikir logis,dapat   terukur dan konkrit. Siswa dengan memiliki kecerdasan intelektual   akan dapat menyesuaikan diri  dengan lingkungan belajarnya pada lingkungan belajar yang menuntut siswa untuk melaksanakan tugas tugas yang secara nyata harus dilaksanakan dan harus dikerjakan. Dengan kecerdasan intelektual yang dimiliki siswa, tentu siswa dapat melakukan kegiatan yang efektif yaitu suatu kegiatan yang cepat dan tepat untuk menyelesaikan tugas tugas dalam pembelajaran, dan pendidik harus memahami jenis kecerdasan intelektual yang dimiliki anak  didik ,agar pendidik dapat memperlakukan anak didik dengan tepat. Kecerdasan emosional adalah : kemampuan untuk memotivasi diri  sendiri dan bertahan menghadapi frustasi ,mengendalikan dorongan hati, dan tidak melebih lebihkan  kesenangan ,mengatur suasana hati, dan menjaga agar tidak stres,tidak melumpuhkan kemampuan berfikir, berempati,dan berdoa. Kecerdasan emosi merupakan serangkaian kecakapan pribadi,sosial dan pertahanan dari seluruh kecerdasan, akal sehat dan kepekaan yang penting berfungsi efektif setiap hari. Siswa yang memiliki kecerdasan emosi tentunya akan dapat mengembangkan sikap antara lain :
1)          Kebiasaan hidup sehat.
2)          Santun.
3)          Menghargai karya dan prestasi orang lain.
4)          Patuh pada aturan aturan.
                  Dalam kaitannya dengan kecerdasan emosional ,pendidik berkewajiban ikut serta mengembangkan  kecerdasan emosional anak didik dian taranya dengan memberikan pendidik an karakter disamping memberi pendi dikan yang lain. Kecerdasan spiritual merupakan kecerdasan manusia untuk berhubung an dengan tuhannya dan berhubungan dengan sesama manusia yang dalam bentuk ibadah dengan memperhatikan kaidah kaidah spiritual atau agama. Bagi siswa yang memiliki kecerdasan spiritual tentunya akan dapat  mengembangkan sikap antara lain :
 1)  Rreligius.
 2)  Jujur.
 3)  Bertanggung jawab.
            Dalam kaitannya dengan kecerdasan  spiritual ,pendidik berkewajiban ikut  serta mengembangkan kecerdasan  spiritual anak didik diantaranya  dengan memberikan pendidikan imtak (pendidikan keimanan dan ketakwaan terhadap Tuhan Yang Maha Esa ) serta memberikan pendidikan karakter disamping memberikan pendidikan pendidikan yang lainnya.
6.      Implikasi kreativitas bagi proses    pendidikan. Setiap manusia sebenarnya memiliki    bakat berkreativitas namun besar   kecilnya berbeda beda ,guru memili    ki kewajiban tugas dan tanggung jawab untuk mau dan mampu     mengembangkan ,memupuk, membangkitkan kreativitas siswanya. Dalam pembelajaran harus mampu merangsang,memotivasi siswa agar senantiasa siswa dapat menjadi individu yang kreatif,guru harus mampu menciptakan pembelajaran yang  merangsang daya cipta siswa. Ada beberapa alasan mengapa belajar kreatif penting, yaitu :
1)Siswa dapat lebih berhasil guna, atau dapat menghantarkan keberhasilannya. 2)Dapat memungkinkan untuk mampu memecahkan masalah yang tidak    diramalkan sebelunnya. 3)Menimbulkan akibat positif yang besar dalam hidupnya. 4)Menimbulkan kepuasan dan kesenangan besar dalam hidupnya.  Oleh sebab itu dalam kaitannya dengan kreativitas ,pendidik berkewajiban mengembangkan kreativitas   anak didik dengan memberi kesempatan anak didik melakukan  kegiatan belajar yang kreatif dan  memotivasi anak didik agar anak  didik kreatif.

DAFTAR PUSTAKA

1.      Dalyono, Psikologi Pendidikan, penerbit Rineka Cipta Jakarta 2009
2.      Hery, dkk, Modul Bimbingan Konseling, Penerbit tim MGMP BK Magetan 2009
3.      ______________, teknodika, Penerbit program pasca sarjana UNS Surakarta 2005
4.      Tilaar, Membenahi Pendidikan Nasional, Rineka Cipta Jakarta 2002
5.      Akses internet  :
      http:/sekolah.blogspot.com/2009/10/kecerdasan_intelektual_iq_kecerdasan.html.
      26 September 2010









Tidak ada komentar:

Poskan Komentar