S E L A M A T D A T A N G

Kamis, 16 Mei 2013

Kecerdasan Emosional (EQ) Dan Pengendalian Diri





                      Kecerdasan Emosional (EQ) Dan Pengendalian Diri

1.      Pengertian Emosi.
                  Emosi adalah semua jenis perasaan yang ada dalam diri seseorang. Emosi memiliki peran yang besar dalam dinamika jiwa dan mengendalikan tingkah laku seseorang.
                   Ada beberapa hal yang perlu diperhatikan :
1)      Emosi dapat memperkuat semangat.
                Apabila seseorang merasa puas dan senang atas hasil yang dicapai.
2)      Emosi dapat melemahkan semangat.
               Apabila timbul rasa kecewa atas kegagalan.
3)      Emosi dapat menghambat atau mengganggu konsentrasi belajar, ketika ada kegagalan, ketegangan perasaan.
4)      Emosi mengganggu penyesuaian sosial, misalnya iri hati dan cemburu.
5)      Suasana emosional yang dialami pada masa kecil, akan mempengaruhi sikapnya baik terhadap diri sendiri maupun terhadap orang lain.

2.      Karakteristik dan klasifikasi emosi.
             Sebagai gejala kejiwaan emosi memiliki ciri-ciri sebagai berikut :
1) Bersifat subyektif.
 2) Fluktuatif ( tidak tetap ).
 3) Banyak bersangkutan dengan pengenalan melalui indrawi.
                Emosi dapat dipilah menjadi dua kelompok yaitu :
1.      Emosi sensori, emosi yang ditimbulkan oleh rangsangandari luar terhadap tubuh.
        Contoh : rasa dingin, manis, lelah, lapar, kenyang dan lain-lain.
2.      Emosi psikis, emosi yang disebabkan oleh alasan-alasan kejiwaan yakni :
1)      Perasaan intelektual : rasa yang berkaitan dengan kebenaran contohnya gembira memperoleh sesuatu yang benar, puas atas suatu karya ilmiah.
2)      Perasaan sosial misalnya rasa solidaritas, empati, simpati, kasih sayang.
3)      Perasaan keindahan (estetis) misalnya kagum, terpesona, dan lain-lain.
4)      perasaan yang berkaitan denga etika.
          Contoh : rasa bersalah, rasa tentram, bertanggung jawab dan lain-lain.
5)      Perasaan ketuhanan : rasa mengenal memiliki Tuhan, naluri keagamaan.
3.      Pengertian Kecerdasan Emosi (EQ).
             Kecerdasan emosi adalah kemampuan untuk memotivasi dan mengelola emosi dengan baik pada diri sendiri dan dalam hubungannya dengan orang lain. Kecerdasan emosi (EQ) semakin perlu dicermati karena kehidupan manusia semakin kompleks.
4.            Pemahaman pengendalian diri.
             Tujuan akhir pengendalian diri adalah untuk mencapai keberhasilan. Perjalanan hidup itu sangat dinamis, kadang berliku, tetap dan mendaki. Medan kehidupan yang demikian itu menuntut kita harus menguasai sejumlah kompetensi hidup, antara lain pengendalian diri. Contoh : sebuah kendaraan mobil, apabila tidak mempunyai alat pengendali (rem dan Stir) tentu tidak bisa difungsikan, sebab akan menimbulkan bencana dan kecelakaan.
                                5.  Bagaimana mengendalikan diri ?
                                    1. Pengendalian suasana hati.
             Hati atau “Qolbu” adalah pusat kekuatan jiwa. Suasana hati sangat mudah berubah, sejalan dengan dinamika kehidupan yang dialami seseorang. Hati akan menentukan apakah seseorang menjadi mulia atau hina. Hati atau qolbu yang membimbing akal dan tubuh kita. Mengendalikan hati berarti selalu membersihkan hati (qolbu) sehingga senantiasa memancarkan rasa syukur, mengikuti aturan-aturan, kasih sayang,  optimistis.
2.      Pengendalian pikiran dan visi.
               Dimensi pikir akan membuahkan hasil atau penentun sikap dan perilaku seseorang.
             Seseorang yang memiliki persepsi atau pikiran benar (positif) akan membentuk suatu proses (aktifitas) yang benar juga (positif). Tentu hasil akhirnya juga benar (positif). Pengendalian pikiran dapat dilakukan dengan mengawasi apa isi terbanyak dalam pikiran kita.
3.      Pengendalian nafsu atau hasrat.
               Maslow menyebutkan bahwa motif-motif yang mendorongbertingkah laku adalah keinginan memuaskan kebutuhan. Urutan kebutuhan manusia adalah : kebutuhan fisik (makan, minum, pakaian, tempat tinggal), rasa aman, diterima, dicintai, diakui, ingin tahu, mendapat keindahan dan aktualisasi diri. Hasrat dan nafsu untuk memenuhi kebutuhan-kebutuhan tersebut hendaknya tetap terkendali dengan dilandasi nilai-nilai keimanan.
                

                                             



                                                



                                                  



    

Tidak ada komentar:

Poskan Komentar